Qodarta 'ala Takhiri Dunya Faqod bil
Kalimah
Membuat Jejak Peradaban melalui
Pena Ilmu
Suatu peradaban dikatakan maju ketika tingkat keilmuan
dan teknologi dikembangkan atas dasar keimanan, tidak ada sekulerisme di
dalamnya, dan senantiasa berpedoman pada Al-Quran serta As-Sunnah. Peradaban
Islam pernah menjadi peradaban paling maju dalam segala aspek kehidupan
terutama ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan tersebut diraih dengan
beristiqomah dalam mencari dan meningkatkan ilmu karena pada hakekatnya ilmu
adalah cahaya yang datang dari Allah
SWT ketika memancar ke dalam melahirkan iman dan ketika memancar keluar melahirkan amal.
Jejak-jejak
peradaban Islam yang maju tersebut perlahan namun pasti semakin terkikis dan
terhapus seiring kemajuan zaman yang selalu menanamkan unsur-unsur sekulerisme
(memisahkan antara urusan dunia dengan ajaran agama) dalam segala aspek
kehidupan terutama dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Bukan tidak mungkin
bahwa nantinya peradaban Islam yang berpedoman pada Al-Quran serta As-Sunnah
akan hilang dan ditinggalkan bahkan oleh generasi muda Islam. Hal ini dapat
berimplikasi pada rusaknya tatanan kehidupan dan dapat menimbulkan berbagai
konflik internal maupun eksternal. Ketika suatu peradaban tidak sesuai Al-Quran
dan As-Sunnah maka sangat besar kemungkinan adanya pelanggaran-pelanggaran atas
hukum Allah SWT dan hal ini merupakan permasalah umat yang memiliki tingkat
urgensi tinggi untuk diselesaikan.
Peran
generasi muda Islam sebagai penerus peradaban memiliki kedudukan yang sangat strategis
dalam penyelesaian permasalahan umat tersebut. Upaya konkret yang dapat
dilakukan oleh generasi muda Islam pada saat ini adalah dengan senantiasa
mencari ridho Allah SWT melalui pencarian dan peningkatan ilmu pengetahuan yang
sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Dasarnya adalah bahwasanya orang yang berilmu
akan ditingkatkan derajatnya dihadapan Allah SWT, sebagaimana firman
Allah, (… Allah mengangkat orang beriman dan memiliki ilmu diantara kalian
beberapa derajat dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan) (QS. Mujadilah ayat
11).
Ketika
generasi muda Islam telah sadar dan senantiasa beristiqomah dalam mencari ilmu
yang sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah maka pelanggaran-pelanggaran terhadap
hukum Allah SWT melalui ilmu dan teknologi tidak akan terjadi. Hal ini
dikarenakan orang berilmu adalah orang yang takut Allah SWT, sebagaimana dalam
firman-Nya: (… Sesungguhnya yang
takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah orang-orang berilmu,
sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun) (QS. Fathir ayat 28). Rasa takut yang muncul pada orang yang berilmu dikarenakan
pengetahuannya mengenai kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Ibnu Mas'ud RA
berkata : "Cukuplah bahwa ilmu itu membuat orang takut kepada Allah dan
bahwa kebodohan itu membuat orang menipu Allah."
Langkah konkret selanjutnya yang dapat
diimplementasikan oleh generasi muda Islam adalah dengan menyampaikan ilmu
bermanfaat dengan menulis dan kemudian menyebarkannya kepada masyarakat. Pencari
ilmu bagaikan mujahid di medan jihad dan tinta ulama setimbang darah syuhada. Pedang
mujahid menghilangkan kemungkaran dan kebatilan melalui peperangan sedangkan
pena ulama memberantas kejahilan melalui kalimat ilmu sebagai pelita hati. Saidina
Ali bin Abi Tholib RA pernah berkata bahwa “Pena ulama itu lebih tajam daripada
mata pedang syuhada”.
Qodarta 'ala Takhiri Dunya Faqod bil
Kalimah, salah
satu pepatah dalam bahasa Arab yang bermakna bahwa kalimat dapat mengubah
tatanan dunia. Pena ilmu
dari hamba Allah SWT yang memiliki keilmuan yang sesuai dengan Al-Quran dan
As-Sunnah adalah lebih efektif untuk mengatasi segala permasalahan umat dalam
rangka membangun peradaban Islam agar jaya kembali dan sesuai dengan hukum
serta ketentuan Allah SWT. Menyampaikan ilmu yang bermanfaat termasuk amalan yang tidak
terputus pahalanya sebagaimana dalam hadits: ”Jika manusia meninggal maka
terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: shodaqoh jariahnya, ilmu yang
bermanfaat dan anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya,” (HR Bukhori
dan Muslim).
Semoga
Allah SWT senantiasa memberi hidayah-Nya agar generasi muda Islam sebagai
generasi penerus dan cendikia muslim tetap istiqomah dalam mengamalkan ilmu
yang bermanfaat salah satunya melalui pena ilmu. Aamiin.
