Jumat, 27 Maret 2015

Qodarta 'ala Takhiri Dunya Faqod bil Kalimah

    Qodarta 'ala Takhiri Dunya Faqod bil Kalimah
    Membuat Jejak Peradaban melalui Pena Ilmu


                Suatu peradaban dikatakan maju ketika tingkat keilmuan dan teknologi dikembangkan atas dasar keimanan, tidak ada sekulerisme di dalamnya, dan senantiasa berpedoman pada Al-Quran serta As-Sunnah. Peradaban Islam pernah menjadi peradaban paling maju dalam segala aspek kehidupan terutama ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan tersebut diraih dengan beristiqomah dalam mencari dan meningkatkan ilmu karena pada hakekatnya ilmu adalah cahaya yang datang dari Allah SWT ketika memancar ke dalam melahirkan iman dan ketika memancar keluar melahirkan amal.
    Jejak-jejak peradaban Islam yang maju tersebut perlahan namun pasti semakin terkikis dan terhapus seiring kemajuan zaman yang selalu menanamkan unsur-unsur sekulerisme (memisahkan antara urusan dunia dengan ajaran agama) dalam segala aspek kehidupan terutama dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Bukan tidak mungkin bahwa nantinya peradaban Islam yang berpedoman pada Al-Quran serta As-Sunnah akan hilang dan ditinggalkan bahkan oleh generasi muda Islam. Hal ini dapat berimplikasi pada rusaknya tatanan kehidupan dan dapat menimbulkan berbagai konflik internal maupun eksternal. Ketika suatu peradaban tidak sesuai Al-Quran dan As-Sunnah maka sangat besar kemungkinan adanya pelanggaran-pelanggaran atas hukum Allah SWT dan hal ini merupakan permasalah umat yang memiliki tingkat urgensi tinggi untuk diselesaikan. 
    Peran generasi muda Islam sebagai penerus peradaban memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam penyelesaian permasalahan umat tersebut. Upaya konkret yang dapat dilakukan oleh generasi muda Islam pada saat ini adalah dengan senantiasa mencari ridho Allah SWT melalui pencarian dan peningkatan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Dasarnya adalah bahwasanya orang yang berilmu akan ditingkatkan derajatnya dihadapan Allah SWT, sebagaimana firman Allah, (… Allah mengangkat orang beriman dan memiliki ilmu diantara kalian beberapa derajat dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan) (QS. Mujadilah ayat 11).
    Ketika generasi muda Islam telah sadar dan senantiasa beristiqomah dalam mencari ilmu yang sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah maka pelanggaran-pelanggaran terhadap hukum Allah SWT melalui ilmu dan teknologi tidak akan terjadi. Hal ini dikarenakan orang berilmu adalah orang yang takut Allah SWT, sebagaimana dalam firman-Nya: (… Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah orang-orang berilmu, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun) (QS. Fathir ayat 28). Rasa takut yang muncul pada orang yang berilmu dikarenakan pengetahuannya mengenai kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Ibnu Mas'ud RA berkata : "Cukuplah bahwa ilmu itu membuat orang takut kepada Allah dan bahwa kebodohan itu membuat orang menipu Allah." 
    Langkah konkret selanjutnya yang dapat diimplementasikan oleh generasi muda Islam adalah dengan menyampaikan ilmu bermanfaat dengan menulis dan kemudian menyebarkannya kepada masyarakat. Pencari ilmu bagaikan mujahid di medan jihad dan tinta ulama setimbang darah syuhada. Pedang mujahid menghilangkan kemungkaran dan kebatilan melalui peperangan sedangkan pena ulama memberantas kejahilan melalui kalimat ilmu sebagai pelita hati. Saidina Ali bin Abi Tholib RA pernah berkata bahwa “Pena ulama itu lebih tajam daripada mata pedang syuhada.
    Qodarta 'ala Takhiri Dunya Faqod bil Kalimah, salah satu pepatah dalam bahasa Arab yang bermakna bahwa kalimat dapat mengubah tatanan dunia. Pena ilmu dari hamba Allah SWT yang memiliki keilmuan yang sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah adalah lebih efektif untuk mengatasi segala permasalahan umat dalam rangka membangun peradaban Islam agar jaya kembali dan sesuai dengan hukum serta ketentuan Allah SWT. Menyampaikan ilmu yang bermanfaat termasuk amalan yang tidak terputus pahalanya sebagaimana dalam hadits: ”Jika manusia meninggal maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: shodaqoh jariahnya, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya,” (HR Bukhori dan Muslim).
    Semoga Allah SWT senantiasa memberi hidayah-Nya agar generasi muda Islam sebagai generasi penerus dan cendikia muslim tetap istiqomah dalam mengamalkan ilmu yang bermanfaat salah satunya melalui pena ilmu. Aamiin.